by

Cegah Kebakaran, Dandim Tanjab Himbau Warga Tidak Bakar Lahan

JAMBI, korem042gapu.mil.id – Komandan Kodim 0419/Tanjab, Letkol Inf Erwan Susanto, mengimbau masyarakat tidak membakar lahan untuk membuka kebun baru pada musim panas, karena dapat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.

“Kita mengimbau masyarakat bila membuka kebun baru tidak membakar lahan karena dapat menyebabkan hutan terbakar,” katanya usai menerima laporan dari Danramil Nipah Panjang tentang Karhutla diwilayahnya, Minggu (15/3/2020).

Seperti saat ini di lokasi Parit 02 RT 09 Desa Air Hitam Laut Kec Sadu Kab Tanjabtim jajaran Koramilnya bersama Instansi terkait dan masyarakat terpaksa tidak libur karena sedang melaksanakan pemadaman di lokasi kebakaran lahan warga di Desa Air Hitam Laut Kec Sadu, untuk luasannya belum dapat dihitung karena bekas api yang membakar lahan tersebut masih diselimuti asap tebal, tegasnya.

Untuk itu ia meminta masyarakat harus peduli terhadap lingkungan agar tetap lestari. Kepedulian itu, diantaranya tidak membakar hutan dan lahan sembarangan, mencegah terjadinya ilegal logging dan praktek perusakan lainnya secara swadaya.

Baca juga :  Kodim Tanjab Terima Materi Asistensi Tehnis Penyelenggara Komsos Dari Pusterad

“Selain itu peduli melaporkan bila mengetahui atau memiliki informasi tentang praktik tersebut ke petugas,” ujarnya.

Lebih lanjut Dandim Letkol Erwan Susanto mengatakan, jika warga membuka kebun baru dengan membakar lahan, dikhawatirkan hutan di sekitarnya akan terbakar. Sebab, pada saat cuaca panas begini daun yang jatuh ke tanah dalam keadaan kering sehingga jika ada percikan api sedikit saja langsung terbakar.

“Kita juga menghimbau agar warga tidak membuang puntung rokok ke lahan yang rentan terbakar,” ujarnya.

“Perlu adanya penanganan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan harus dilakukan secara sinergi oleh semua pihak”, tegasnya.

Lebih lanjut Dandim mengingatkan bahwa “Pembakaran lahan berdampak pada kerusakan ekosistem, musnahnya flora dan fauna, menimbulkan polusi dan penyakit ISPA, mengganggu jarak pandang transportasi, menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim, hutan gundul dan tanah longsor, sehingga sumber air akan semakin menipis”.

Aturan dan larangan serta UU terkait Karhutla, yakni pada Pasal 78 ayat (3) : “Barang siapa dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (3) huruf d, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp.5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah)”

Baca juga :  Kodim 0419/Tanjab Terima Kunjungan Tim Wasev Bidang Bakti TNI Dari Sterad

Pasal 78 ayat (4) : “Barang siapa karena kelalaiannya melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (3) huruf d, diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 1.500.000.000,00 (satu milyar lima ratus juta rupiah)”, pungkasnya.

Terpisah, Danramil Nipah Panjang Kapten Inf Adil Tarigan membenarkan tentang kebakaran lahan di Desa Air Hitam Laut hari ini, meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kita tetap mengingatkan kepada warga bahwa kebakaran hutan dan lahan akan menimbulkan kerugian yang sangat besar, sehingga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah.

Bukan itu saja karena adanya karhutla, asap yang ditimbulkan dari kejadian itu membawa dampak juga terhadap kesehatan masyarakat seperti penyakit Ispa akibat menghirup udara yang tidak sehat. (penremgapu)

Comment

Berita Terkait