LIVE TV
Jenderal TNI Dudung Abdurachman Mengajar Nilai-Nilai Pancasila Kepada Anak-Anak SD di Perbatasan TNI AD Gandeng PT. Kimia Farma Salurkan Vaksin dan Sembako Danrem 042/Gapu Tinjau Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun Di Kabupaten Merangin Danrem 042/Gapu : Tugas Operasi Adalah Kehormatan Dan Kebanggaan Bagi Prajurit Pantau Vaksinasi Anak, Danrem 042/Gapu : Capaian Vaksinasi Di Tebo Luar Biasa

Home / TNI AD

Kamis, 10 Juni 2021 - 08:46 WIB

Cegah Serangan Siber, Dislitbangad Gelar Seminar Iptek TNI AD TA 2021

KOREM 042 GARUDA PUTIH – Jakarta, Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD (Kadislitbangad) Brigjen TNI Terry Tresna Purnama, S.I.Kom.,M.M membuka Seminar Bidang Iptek TNI AD TA 2021 dengan tema ”Pengaruh Perkembangan Teknologi Siber Terhadap Ketahanan Nasional’’ di Hotel Aston Kartika Grogol, Rabu (9/6/2021).

Pada seminar ini menghadirkan Keynote Speaker Prof.Dr. Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng Deputi Bidang TIEM BPPT yang diwakili Muhamad Arief., MS EE., M.Sc., dari BPPT, Nara Sumber Brigjen TNI Bondan Widiawan, S.Kom.,M.Si Direktur PIIPD BSSN, Brigjen TNI Iroth Sonny Edhi, Danpussansiad, Dr. Margaretha Hanita, S.H.,M.Si Dosen Ketahanan Nasional Universitas Indonesia dan Dr. Puspitasari Dosen Ketahanan Nasional Universitas Indonesia selaku moderator.

Kadislitbangad Brigjen TNI Terry Tresna Purnama, S.I.Kom.,M.M., dalam opening speakernya memberikan stimulus pemikiran bahwa ruang siber dalam kaitannya dengan hubungan internasional dapat menjadi sumber berbagai potensi ancaman, kerentanan, dan ketidakamanan pada tatanan internasional serta ketahanan nasional.

“Pemanfaatan ruang siber yang tidak mengenal batas-batas wilayah negara, membuat penggunaan siber oleh suatu pihak yang dapat mengakibatkan kerugian bagi pihak lain dapat dilakukan oleh aktor negara (state actor) maupun aktor bukan negara (non-state actor),” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, aktor negara sebagai aktor dalam hubungan internasional merupakan subyek interaksi antar negara-negara yang berdaulat. Selain negara sebagai aktor, terdapat aktor-aktor lain yang bukan negara, yang melalui tindakan ataupun sikapnya dapat menimbulkan pengaruh terhadap kehidupan negara maupun bangsa.

Baca juga :  Tingkatkan Kualitas SDM, Dispenad Selenggarakan Pendidikan Public Speaking

Siber dapat menjadi salah satu faktor ancaman bagi negara disebabkan ruang lingkupnya yang dapat dimanfaatkan untuk mencuri informasi, penyebaran ide yang bersifat destruktif, maupun serangan terhadap sistem informasi di berbagai bidang, seperti data perbankan, jaringan militer, bahkan sistem pertahanan negara. Cyberspace yang bersifat global, menjadikan cyber crime sulit untuk ditentukan yuridiksinya, sebab locus delicti atau tindak pidana kejahatan yang dilakukan berada dalam dunia maya, dan dunia maya ini bersifat melewati batas-batas teritorial ataupun kedaulatan wilayah.

Selain itu, bentuk serangan siber yang dilakukan terdiri dari berbagai jenis bentuk serangan yang beragam terdiri dari penyerangan melalui virus, terhadap situs-situs resmi, hacker dan tindakan lainnya yang merupakan ancaman sekaligus tantangan yang harus dihadapi oleh lembaga pertahanan ataupun yang berwenang dalam menjaga keamanan siber nasional, ” ungkapnya.

Kadislitbangad menegaskan, seminar yang dilaksanakan kali ini bertujuan untuk memberikan informasi atau pengetahuan bagi prajurit TNI AD tentang perkembangan Teknologi Siber di era revolusi industri 4.0 yang semakin nyata.

“Sebagai institusi yang kinerjanya terkait dengan penggunaan Teknologi Informasi (TI), kemajuan teknologi telah mendorong tatanan baru hampir di semua kehidupan termasuk sektor pertahanan dan keamanan, ” ujarnya.

Baca juga :  Alhamdulillah, Hasil Swab ke - 2, Sebanyak 116 Pasien Secapa AD Dinyatakan Negatif

Kadislitbangad menambahkan bahwa Keberadaan negara, khususnya TNI harus bisa menjaga pertahanan dan keamanan penduduknya. Sementara ancaman dan serangan pertahanan keamanan penduduknya telah terjadi di berbagai sudut hingga saat ini sampai kepada serangan-serangan Siber.

Salah satu tugas TNI yang tertuang dalam UU RI No 34 tahun 2004 yaitu tentang tugas pokok TNI adalah menegakkan dan mempertahankan kedaulatan NKRI. Dalam pelaksanaannya TNI harus siaga menghadapi ancaman kejahatan Siber termasuk penyalahgunaan data terutama data yang berkaitan dengan keamanan negara.

“Dalam bidang pertahanan kita juga harus tanggap dan siap menghadapi ancaman serta perang Siber,” imbuh Kadislitbangad.

“Seminar kali ini agar dimanfaatkan sebaik mungkin, tanyakan kepada nara sumber yang saat ini sebagai pembicara apa yang belum dimengerti serta belum diketahui sehingga membawa manfaat bagi kita semua dalam melaksanakan tugas menjaga pertahanan dan keamanan negara dari serangan dan ancaman Siber, ” pungkasnya.

Hadir dalam acara seminar Bidang Iptek TNI AD TA 2021 Jajaran Puscabfung TNI AD, jajaran Balakpus, jajaran Kodiklat, jajaran Lemdikpus, Kopassus, Kostrad, Akademisi (Unhan, UI), Kominfo, Satsiber TNI personel Litbang dan Dislitbangad, satuan jajaran Infolahta Kotama dan mahasiswa Unhan serta UI yang mengikuti Seminar Bidang Iptek melalui zoom meeting. (Dispenad)

Share :

Baca Juga

Dispenad

Dispenad Gelar Pendidikan Website

Berita Korem

Prajurit Kostrad di Perbatasan RI-PNG Jaga Netralitas TNI Dalam Pilkada

Dispenad

Kasad Pimpin Sertijab Pangdam XVI/Pattimura dan Kapushubad serta Laporan Korps Kenaikan Pangkat 20 Pati

TNI AD

“Luar Biasa” Istri Prajurit Jadi Kepala Kampung Di Perbatasan Merauke

TNI AD

Wakasad Hadiri Kenaikan Pangkat 84 Perwira Tinggi TNI

TNI AD

Bingkisan Hari Raya untuk Warga Grogol di Jumat Barokah Persit KCK I TNI AD

Dispenad

Pasien POSITIF Covid 19 di Secapa AD, TINGGAL 12 orang

TNI AD

Pusterad dan Media Massa Bersinergi Membangun Negeri