LIVE TV
Brigjen TNI Zamroni : Menjadi Pemimpin Itu Harus Memiliki Wawasan Kebangsaan Danrem 042 Gapu Hadiri Pelantikan Bupati Tanjab Barat dan Batanghari Di Rumdis Gubernur Jambi Tindak Lanjuti Arahan Presiden Jokowi, Danrem Bersama Kapolda Jambi hadiri Rakor Pencegahan Karhutla Korem 042/Gapu Gelar Pembinaan Zona Integritas Vaksinasi Tahap Dua, Danrem Brigjen TNI M. Zulkifli : “Lebih Enak, Tidak Terasa Apa – Apa”

Home / Dispenad / TNI AD

Rabu, 23 September 2020 - 08:54 WIB

Kadispenad : Pejabat Penerangan Satuan Harus Responsif Terhadap Penanganan Krisis Informasi

Jakarta (KOREM 042 GAPU) – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen TNI Nefra Firdaus, S.E.,M.M., menegaskan dalam menghadapi manajemen krisis khususnya dalam mengelola manajemen informasi pejabat penerangan harus bertindak cepat dan responsif.

“Krisis di sini bukan krisis keuangan atau krisis moneter tetapi suatu kejadian di wilayah yang melibatkan satuan atau personel TNI AD harus segera direspon dengan cepat oleh pejabat penerangan,” kata Nefra Firdaus dalam pengarahannya pada rapat virtual melalui video conference bersama dengan para Kapendam, Kapenhumas Balakpus dan Kapenrem seluruh Indonesia, di Puskodal Mabesad, Jakarta, Selasa (22/9/2020)

Dalam rapat tersebut Kadispenad memberikan pengarahan yang terkait dengan bidang tugas penerangan jajaran Angkatan Darat terutama bagaimana pejabat penerangan di daerah atau satuan dalam menyikapi apabila ada kejadian yang melibatkan satuan atau personel TNI AD. “How to handle Information During a Crisis” atau Bagaimana Langkah-Langkah Dalam Manajemen Informasi Pada Saat Krisis” ujar Nefra.

Baca juga :  Sajikan Informasi Kredibel, Dispenad-MNC Latih 20 Jurnalis Militer

Brigjen Nefra menjelaskan bahwa terdapat 5 (lima) langkah yang harus dilakukan oleh pejabat penerangan, yang pertama; Be truthful (Jujur), memberikan informasi apa adanya. Kedua; menyampaikan informasi yang bermanfaat. Ketiga; membuat rencana Manajemen Krisis dan masukkan hubungan dengan media. Keempat; menyiapkan juru bicara, Kapen merupakan juru bicara satuan, siap tidaknya juru bicara dalam memberikan keterangan mempengaruhi opini masyarakat secara luas dan yang kelima; menjalin kerjasama yang berkelanjutan dengan media.

Selanjutnya Kadispenad memaparkan hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh pejabat penerangan, antara lain menganggap dan memperlakukan media sebagai musuh, dalam mendapatkan informasi tidak bergantung kepada media tetapi jadikan media menjadi salah satu sumber informasi, tidak melupakan Prajurit atau Personel TNI AD sebagai sumber informasi yang akurat tentang suatu peristiwa.

Pada akhir pengarahan Kadispenad menyampaikan beberapa kesimpulan dalam manajemen Informasi pada saat krisis, yaitu; manajemen informasi dalam krisis bukanlah hal yang spontan tetapi perlu disiapkan, direncanakan dan dipelihara. Public Relation (PR) dalam situasi krisis memerlukan skill (keahlian) yang harus dipelajari dan dilatih sehingga informasi yang disampaikan bermanfaat dan bukan menjadi bumerang. Pejabat penerangan harus berhati-hati dalam memberikan informasi yang penting, tapi tidak membatasi akses info secara total karena dapat menimbulkan asumsi yang keliru dalam persepsi berita. Dalam menyampaikan informasi harus memerhatikan hal-hal yang sudah menjadi protokol /ketentuan.

Baca juga :  359 Orang Pasien Secapa AD, Dinyatakan NEGATIF Covid -19

“Yang lebih penting hubungan dengan media harus terus dijaga dan bukan sebagai hubungan jangka pendek dan kasuistis tapi direncanakan secara baik,” pungkasnya.

Pada akhir acara rapat virtual dilaksanakan sesi diskusi dan tanya jawab, turut hadir dalam rapat tersebut Sesdispenad Kolonel Inf Mu’tamar, para Kasubdis Dispenad dan 73 pejabat penerangan jajaran TNI AD baik tingkat Kotama, Balakpus dan Korem. (Dispenad)

Share :

Baca Juga

TNI AD

Wakasad Deklarasikan Army Cyling Club TNI AD dan Kotama/Balakpus

Dispenad

Kasad Pimpin Sertijab 9 Jabatan Pangkotama, Asisten dan Kabalakpus TNI AD dan Laporan Korps Kenaikan Pangkat 56 Perwira Tinggi TNI AD

Dispenad

Pasien POSITIF Covid 19 di Secapa AD, Tinggal 71 orang

Dispenad

Danpusdik Kowad : Pusdikkowad Cetak Prajurit Wanita Profesional yang Berhati Mulia

TNI AD

Danpuspomad Benarkan Terjadinya Pengeroyokan kepada Prajurit TNI AD oleh Pengendara Klub Moge HOG di Bukit Tinggi

Dispenad

TNI AD Berduka, Wakasad Letjen TNI Herman Asaribab Tutup Usia

Dispenad

Kasad Gelar Coffee Morning dengan Awak Media

TNI AD

Tahun 2020, TNI AD Rekrut 17.264 Prajurit