LIVE TV
Prajurit dan PNS Korem 042/Gapu Ikuti Sosialiasi Perumahan dan Alat Keseahatan Danrem 042/Gapu Pimpin Rapat Evaluasi Penanganan Karhutla Tahun 2022 Kasrem 042/Gapu Ikuti Rapurna TMMD ke 43 Tahun 2022 Secara Virtual LAFKI Jakarta Melaksanakan Survey Akreditasi Di RS dr Bratanata Jambi Demi Menjamin Mutu Dan Keselamatan Pasien 1000 Prajurit TNI AD Dikerahkan Untuk Penanganan Awal Gempa Cianjur

Home / Mabesad

Sabtu, 5 November 2022 - 07:57 WIB

Konflik Rusia-Ukraina Menjadi Kajian Menarik Operasi Matra Darat

Konflik Rusia-Ukraina Menjadi Kajian Menarik Operasi Matra Darat (Dispenad)

Konflik Rusia-Ukraina Menjadi Kajian Menarik Operasi Matra Darat (Dispenad)

JAKARTA, korem042gapu.mil.id – Strategi pertahanan yang diterapkan Ukraina mengadopsi teknologi dan taktik baru yang diintegrasikan dalam sistem pertahanan dengan melibatkan seluruh potensi sumber daya yang dimiliki ternyata mampu mengimbangi kekuatan persenjataan dari Rusia.

“Konflik Rusia-Ukraina menjadi studi dan kajian yang menarik dalam konsep operasi matra darat,” kata Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dr Dudung Abdurachman saat menjadi Keynote Speaker pada Indo Defence Forum Land System yang mengusung tema “The Development of Technology And Tactics of Ground Battle in XXI Century,” bertempat di Junior Building JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (4/11/2022).

Menurut Jenderal Dudung, konsep operasi matra darat yang dahulu ditandai dengan penguasaan wilayah dalam menentukan kemenangan suatu peperangan, saat ini tidak lagi menjadi suatu hal yang utama dalam menentukan kemenangan dalam suatu peperangan, tetapi yang utama adalah melibatkan seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca juga :  TNI Peduli Anak Papua, Satgas Yonif 142/KJ Bagikan Pakaian Seragam Dan Perlengkapan Sekolah Kepada Siswa-Siswi di Perbatasan

“Saya sampaikan bahwa perang darat bersifat multidimensi yang melibatkan tidak hanya militer saja, tetapi juga melibatkan seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” paparnya.

Sebut saja sebagai contoh pelibatan seluruh masyarakat dalam perang gerilya yang dilaksanakan oleh Panglima Besar Jenderal Sudirman yang terbukti membuahkan hasil, meskipun dengan persenjataan yang kalah jauh dibandingkan dengan musuh pada saat itu.

Namun seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin modern, tren perang darat memiliki kompleksitas jauh lebih besar dibandingkan dengan generasi perang sebelumnya yang ditandai dengan adanya volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity, atau dikenal sebagai VUCA. Oleh karenanya perlu menyiapkan Ruang, Alat, dan Kondisi Juang untuk kepentingan operasi militer untuk perang.

Dalam menghadapi perang darat yang bersifat multidimensi dan kompleks, dikatakan Jenderal Dudung perlu disiapkan sejak dini keterlibatan stakeholder terkait. Kemudian Operasi Militer untuk Perang (OMP) harus didukung dengan seluruh potensi sumber daya nasional yang telah ditransformasikan untuk kepentingan pertahanan negara.

Baca juga :  Peran Kowad Sebagai Prajurit dan Wanita Adalah Tugas Mulia

“Selanjutnya dari sisi operasi matra darat, penggunaan taktik gerilya harus dapat didukung dengan teknologi modern yang didukung dengan siber yang tangguh,” pungkas orang nomor satu di Angkatan Darat ini.

Dalam kegiatan ini turut dihadiri Irjen Kemhan RI Letjen TNI Dr. Budi Priono, S.T., M.M., C.Fr.A., Head of Land Platforms and Weapons Janes, Mr. Andrew Galer, Mr. Ken Conboy (Military Expert), Mr. Frank S, Clark III (Executive Director, Asia-Pacific, Janes), Kolonel Purn Olivert Fort (Analis Artileri Nexter), serta para peserta Indo Defence Forum Land System lainnya. (Dispenad).

Share :

Baca Juga

Mabesad

Tangkal Ancaman Polarisasi Bangsa, TNI AD Gelar Bincang-Bincang Kebangsaan

Mabesad

Bedah Buku “Loper Koran Jadi Jenderal” di Mabesad, Jenderal Dudung Tokoh Inspiratif

Mabesad

Pimpin Sertijab, Kasad Ingatkan Pejabat Baru Sejahterakan Prajurit dan Bantu Kesulitan Masyarakat

Mabesad

Kasad Resmikan Gedung Siber dan Masjid Abdurachman

Mabesad

Peran Kowad Sebagai Prajurit dan Wanita Adalah Tugas Mulia

Mabesad

Kasad : Indonesia Rentan Terjadi Konflik Komunal

Mabesad

Letjen Agus Subiyanto Juarai Novelty Shot Exhibition AARM Hanoi

Mabesad

1000 Prajurit TNI AD Dikerahkan Untuk Penanganan Awal Gempa Cianjur